10 Teknik Komposisi Foto untuk Meningkatkan Skill Fotografi
Apa Itu Komposisi Foto?
Komposisi merupakan kesatuan yang harmonis dari elemen-elemen pendukung foto dengan meletakkan komposisi tepat pada tempatnya sehingga pas dan enak untuk dilihat.
Komposisi fotografi – seperti halnya komposisi dalam bidang seni apapun – adalah ibarat selera akan makanan, semua kembali ke preferensi masing-masing.
Jadi sebenarnya tidak ada aturan baku dalam teknik komposisi pada bidang fotografi. Bahkan Steve McCury mengatakan, untuk mendapatkan sesuatu yang kreatif, aturan yang ada malah harus dilanggar.
Namun begitu, ada beberapa panduan yang bisa kamu pelajari untuk memperbaiki komposisi foto kamu agar foto terlihat lebih menarik dan kreatif.
Teknik komposisi foto ini telah digunakan dalam dunia seni mungkin sejak ribuan tahun yang lalu. Para pekerja seni ini tampaknya benar-benar mampu membantu kita mencapai kompsisi yang lebih menarik.
#1. Komposisi Foto Rule of Third
Rule of Third merupakan salah satu komposisi foto paling mendasar dan wajib diketahui oleh fotografer.
Kamu cukup membagi bidang foto menjadi 9 kotak yang sama besar dan meletakkan POI (point of interest) pada titik atau garis pada bidang yang terbagi menjadi 3 x 3 tersebut.
Interesting point (IP) ada 4 titik, sementara Interesting Lines terdiri dari 2 garis horizontal dan 2 garis vertikal.

Point of Interest yang diletakkan pada keempat titik atau garis di atas bisa berupa objek atau bagian mata dari objek foto kamu.
Banyak kamera digital saat ini yang telah memberikan fitur rules of third (grid)ini, baik pada layar mode live view ataupun pada view finder-nya.
Contoh foto dengan komposisi Rule of Thirds.

#2. Komposisi Foto Golden Shape
Komposisi Golden Shape adalah komposisi foto dengan membagi bidang foto baik bertepi garis nyata atau bertepi maya menjadi positif-negatif sehingga tampak seperti adanya kontras antara kedua bidang tersebut sehingga membentuk satu kesatuan yang harmonis.
Prinsip Golden Shape » dengan membagi bidang positif-negatif tersebut dengan pas dan seimbang maka foto akan tampak terkomposisi dengan baik.
Contoh foto dengan komposisi Golden Shape.

Pembagian bidang antara positif dan negatif ada yang menggunakan perbandingan 50 : 50 atau 30 : 50, tergantung dari selera kamu.
Namanya juga seni, tidak ada yang benar-benar pasti.
#3. Komposisi Foto Simetris (Centred Composition)
Komposisi foto ini meletakkan objek dan membagi bidang foto sama rata kanan dan kiri sehingga terlihat simetris.
Contoh foto dengan komposisi Simetris.

Dalam videonya, Steve McCurry mengatakan..
“Komposisi itu penting, namun dalam proses kreatif, aturan ada untuk dilanggar..”

#4. Komposisi Foto Repetition dan Pattern
Secara naluriah, manusia sangat tertarik dengan pattern atau pola yang harmonis. Inilah mengapa foto dengan komposisi berpola atau perulangan bisa menjadi sebuah karya foto yang bagus.
Sebuah pola (pattern) dan perulangan (repetition) bisa didapatkan dengan pemilihan angle foto yang tepat serta pemilihan jarak antara lensa dengan objek sedemikian rupa.
Contoh foto dengan komposisi Repetition dan Pattern.

Lahan dengan tanaman hijau dengan pola perulangan membuat foto jadi terlihat sangat menarik.

Lanskap kota yang tersusun rapi membentuk pola yang menarik sehingga foto menjadi terlihat sangat bagus.

Pola perulangan (repetition) pada orang di atas membuat foto menjadi menarik.

#5. Komposisi Foto Perspektif
Perspektif adalah teknik pengambilan gambar dengan memanfaatkan efek jauh dekat yang dihasilkan oleh lensa sehingga menimbulkan suatu dimensi yang sangat menawan.
Prinsip dalam komposisi Perspektif adalah memanfaatkan efek proporsi dan dimensi yang ditimbulkan untuk memperkuat dan mengarahkan mata kita ke POI atau menampilkan perspektif yang berdiri sendiri sebagai bentuk keindahan komposisi.
Hal ini bisa kamu peroleh dengan pengaturan angle dan jarak yang tepat sehingga bisa mendapatkan foto yang berdimensi.
Contoh foto dengan komposisi Perspektif.

.. tapi hati-hati, jika keliru bisa membuat foto kamu jadi kurang enak dilihat.

Gedung tinggi yang terlihat mengkerucut ke atas ditambah adanya pesawat yang sedang melintas membuat foto perspektif ini jadi keren banget..
#6. Komposisi Foto Frame in Frame
Dengan teknik frame in frame, kita sedang membuat sebuah komposisi foto dengan mengarahkan atau menuntun mata untuk memperhatikan apa yang ada didalam sebuah “frame” dengan mengesampingkan apa yang ada di luar “frame”.
Frame disini bukanlah sebuah frame foto dalam bentuk fisik, tapi kamu mencari objek yang bisa dijadikan “frame” baik berbentuk garis nyata ataupun maya.
Carilah elemen seperti jendela, pintu, koridor, spion, pilar gedung, lengkungan atau objek apapun yang umumnya berbentuk geometris tertutup untuk membingkai POI kamu.
Frame juga tidak mesti mengelilingi keseluruhan POI.

Seorang kakek tua yang sedang membaca Al Quran diframing dengan jendela.

Seorang wanita di Afganistan yang menjadi POI diframing secara tidak tegas oleh dua buah pintu yang mengapitnya.

Sebuah rumah ditepi danau yang menjadi POI diframing oleh pohon dan rerumputan dipinggir danau.
#7. Komposisi Foto Leading Lines
Salah satu komposisi foto yang sangat menarik menurut saya adalah Leading Lines. Line atau garis disini bisa berbentuk maya atau nyata yang menuntun kita ke objek yang menjadi POI..
.. atau
garis itu sendiri yang menjadi POI dalam foto kamu.
Cari objek seperti jalan, dinding, jembatan atau apapun yang bisa membentuk sebuah garis maya dan mengarahkan mata ke objek sebenarnya (POI).

Dua orang wanita dan pria di Afganistan yang sedang berjalan menuju Masjid menjadi garis abstrak yang menuntun mata ke objek utama yaitu Masjid.

Sandaran kursi menjadi garis penuntun ke POI seorang pria yang sedang duduk.

Bahkan pattern pada lantai keramik bisa membentuk garis yang menuntun mata menuju POI Menara Eiffel.

Tali yang membentuk garis menjadi POI-nya sendiri yang mengarahkan mata ke pusat simpul tali.

Garis penuntun juga tidak mesti berbentuk garis lurus, garis berbentuk lengkungan juga bisa menjadi garis penuntun menuju POI sehingga foto kamu terlihat lebih kreatif.
#8. Komposisi Foto Negative Space
Komposisi Negative Space merupakan salah satu komposisi kreatif yang membiarkan banyak ruang kosong atau negative space pada foto.
Ruang kosong disini bisa berupa langit, hamparan padang pasir yang luas, padang rumput atau apapun yang bisa memberikan “ruang kosong” pada foto.
Dengan memberikan ruang kosong yang tepat, foto kamu bisa terlihat sangat menarik dan kreatif.

Dinding pada kanan kiri foto memberikan ruang kosong pada foto sehingga foto terlihat lebih menarik.

Langit yang berwarna biru di sekitar patung memberikan efek ruang kosong pada foto sehingga foto terlihat lebih menawan.
#9. Keseimbangan Elemen Foto
Komposisi dengan menyeimbangkan elemen pada foto merupakan teknik yang sangat menarik dan membutuhkan kreatifitas lebih.
Lebih jelasnya, lihat foto berikut ini..

Sekilas foto lampu jalan pada sisi kiri foto sudah memenuhi kriteria Rule of Thirds, tapi foto terasa kosong apabila tidak ada menara Eiffel pada sisi kanan foto.
Karena itulah, Barry O Carroll mengambil angle sedemikian rupa agar menara Eiffel masuk dalam foto sehingga bisa menjadi POI sekunder yang akan menyeimbangkan foto agar terlihat lebih kreatif dan menarik.
Pasti kamu berpikir, komposisi ini justru malah bertentangan dengan komposisi Negative Space yang membiarkan ruang kosong pada foto.
Itulah seni, tidak ada yang benar-benar mutlak, tidak ada rules atau aturan uang baku,
.. semua butuh kreatifitas masing-masing photographer.
Jika ada tutorial yang bertentangan antara satu dengan lainnya itu bukan masalah.
Pada kondisi tertentu, komposisi A cocok untuk foto A, tapi tidak cocok untuk foto B, begitu juga sebaliknya.
jadi..
.. mainkan imajinasimu.. 

#10. Komposisi Foto Golden Spiral atau Golden Ratio
Jika kamu membuat sebuah persegi panjang dengan proporsi 1 : 1.618, kemudian mengirisnya menjadi persegi empat yang lebih kecil, maka didapat sebuah bentuk spiral atau biasa disebut Golden Spiral.
Bentuk spiral ini didapat dari perhitungan Fibonacci Number, sehingga bentuk spiral ini juga dikenal dengan nama ‘Fibonacci Spiral’.
Bayangkan sebuah rumah siput, seperti itulah komposisi Golden Spiral. Jarak ke pusat makin lama makin mengecil, namun bisa bergaris tidak nyata.
Implementasinya bisa bermacam-macam, seperti tangga menurun, bunga dengan kelopak berputar, bahkan yang benar-benar maya seperti potret manusia jika dibandingkan dengan komposisi di sekelilingnya.
Lebih jelasnya, lihat foto berikut ini..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar