Fotografer satu ini memiliki ciri khas yaitu nuansa hitam putih. Karya-karyanya bisa dibilang menakjubkan. Meski demikian, di balik karya yang hebat tersebut selalu mengundang kontroversi. Hal itu karena hasil bidikannya yang berbau disabilitas, mayat atau hal mengerikan lain.
Karya Joel-Peter Witkin [image source]Feast of Fools merupakan karyanya yang paling banyak menuai protes. Foto tersebut diambil di sebuah rumah sakit yang berada di Mexoco City, di mana Joel membidik mayat bayi dan juga beberapa potongan tubuh orang yang tewas kerena dimutilasi. Potongan tubuh dan mayat bayi tersebut ditata sedemikian rupa dan disandingkan dengan berbagai macam buah-buahan. Hal lain yang bikin heran dari karya ini adalah, kenapa pihak rumah sakit malah mengizinkan Witkin mengambil foto kontroversial ini.
Jill Greenberg
Salah satu fotografer tersohor asal Amerika Serikat satu ini dikenal karena keahliannya dalam memotret wajah manusia dan juga binatang. Sudah begitu banyak karyanya yang mendunia di mana masing-masingnya selalu memicu pujian dan juga cacian. Salah satu karya luar biasa hasil bidikannya adalah sekumpulan foto anak yang dijadikan dalam satu buku berjudul End Times.
karya Jill Greenberg [image source]Buku tersebut memuat foto anak-anak yang sedang menangis. Jill Greenberg memang bekerjasama dengan orangtua si anak untuk memancing mereka menangis. Bidikan itu memang bisa disebut mahakarya, namun begitu banyak yang menentang. Hal itu karena banyak yang tidak menyukai metode Jill yang sengaja membuat anak menangis.
10 Teknik Komposisi Foto untuk Meningkatkan Skill Fotografi
Apa Itu Komposisi Foto?
Komposisi merupakan kesatuan yang harmonis dari elemen-elemen pendukung foto dengan meletakkan komposisi tepat pada tempatnya sehingga pas dan enak untuk dilihat.
Komposisi fotografi – seperti halnya komposisi dalam bidang seni apapun – adalah ibarat selera akan makanan, semua kembali ke preferensi masing-masing.
Jadi sebenarnya tidak ada aturan baku dalam teknik komposisi pada bidang fotografi. Bahkan Steve McCury mengatakan, untuk mendapatkan sesuatu yang kreatif, aturan yang ada malah harus dilanggar.
Namun begitu, ada beberapa panduan yang bisa kamu pelajari untuk memperbaiki komposisi foto kamu agar foto terlihat lebih menarik dan kreatif.
Teknik komposisi foto ini telah digunakan dalam dunia seni mungkin sejak ribuan tahun yang lalu. Para pekerja seni ini tampaknya benar-benar mampu membantu kita mencapai kompsisi yang lebih menarik.
#1. Komposisi Foto Rule of Third
Rule of Third merupakan salah satu komposisi foto paling mendasar dan wajib diketahui oleh fotografer.
Kamu cukup membagi bidang foto menjadi 9 kotak yang sama besar dan meletakkan POI (point of interest) pada titik atau garis pada bidang yang terbagi menjadi 3 x 3 tersebut.
Interesting point (IP) ada 4 titik, sementara Interesting Lines terdiri dari 2 garis horizontal dan 2 garis vertikal.
Prinsip ROT » dengan POI ditempatkan pada titik atau garis tersebut maka foto akan terlihat lebih menarik dibandingkan dengan titik/garis lainnya.
Point of Interest yang diletakkan pada keempat titik atau garis di atas bisa berupa objek atau bagian mata dari objek foto kamu.
Banyak kamera digital saat ini yang telah memberikan fitur rules of third (grid)ini, baik pada layar mode live view ataupun pada view finder-nya.
Contoh foto dengan komposisi Rule of Thirds.
Elemen Rule of Thirds. (foto : Steve McCurry)
#2. Komposisi Foto Golden Shape
Komposisi Golden Shape adalah komposisi foto dengan membagi bidang foto baik bertepi garis nyata atau bertepi maya menjadi positif-negatif sehingga tampak seperti adanya kontras antara kedua bidang tersebut sehingga membentuk satu kesatuan yang harmonis.
Prinsip Golden Shape» dengan membagi bidang positif-negatif tersebut dengan pas dan seimbang maka foto akan tampak terkomposisi dengan baik.
Contoh foto dengan komposisi Golden Shape.
Elemen Golden Shape. (foto : Steve McCurry)
Pembagian bidang antara positif dan negatif ada yang menggunakan perbandingan 50 : 50 atau 30 : 50, tergantung dari selera kamu.
Namanya juga seni, tidak ada yang benar-benar pasti.
#3. Komposisi Foto Simetris (Centred Composition)
Komposisi foto ini meletakkan objek dan membagi bidang foto sama rata kanan dan kiri sehingga terlihat simetris.
Contoh foto dengan komposisi Simetris.
Elemen Symmetry. (foto : Steve McCurry)
Dalam videonya, Steve McCurry mengatakan..
“Komposisi itu penting, namun dalam proses kreatif, aturan ada untuk dilanggar..”
Elemen Symmetry. (Foto : Barry O Carroll)
#4. Komposisi Foto Repetition dan Pattern
Secara naluriah, manusia sangat tertarik dengan pattern atau pola yang harmonis. Inilah mengapa foto dengan komposisi berpola atau perulangan bisa menjadi sebuah karya foto yang bagus.
Sebuah pola (pattern) dan perulangan (repetition) bisa didapatkan dengan pemilihan angle foto yang tepat serta pemilihan jarak antara lensa dengan objek sedemikian rupa.
Contoh foto dengan komposisi Repetition dan Pattern.
Elemen Pattern dan Repetition. (foto : Steve McCurry)
Lahan dengan tanaman hijau dengan pola perulangan membuat foto jadi terlihat sangat menarik.
Elemen Pattern dan Repetition. (foto : Steve McCurry)
Lanskap kota yang tersusun rapi membentuk pola yang menarik sehingga foto menjadi terlihat sangat bagus.
Elemen Pattern dan Repetition. (foto : Steve McCurry)
Pola perulangan (repetition) pada orang di atas membuat foto menjadi menarik.
Elemen Pattern dan Repetition. (foto : Steve McCurry)
#5. Komposisi Foto Perspektif
Perspektif adalah teknik pengambilan gambar dengan memanfaatkan efek jauh dekat yang dihasilkan oleh lensa sehingga menimbulkan suatu dimensi yang sangat menawan.
Prinsip dalam komposisi Perspektif adalah memanfaatkan efek proporsi dan dimensi yang ditimbulkan untuk memperkuat dan mengarahkan mata kita ke POI atau menampilkan perspektif yang berdiri sendiri sebagai bentuk keindahan komposisi.
Hal ini bisa kamu peroleh dengan pengaturan angle dan jarak yang tepat sehingga bisa mendapatkan foto yang berdimensi.
Contoh foto dengan komposisi Perspektif.
Elemen Perspektif. (foto : Steve McCurry)
.. tapi hati-hati, jika keliru bisa membuat foto kamu jadi kurang enak dilihat.
Gedung tinggi yang terlihat mengkerucut ke atas ditambah adanya pesawat yang sedang melintas membuat foto perspektif ini jadi keren banget..
#6. Komposisi Foto Frame in Frame
Dengan teknik frame in frame, kita sedang membuat sebuah komposisi foto dengan mengarahkan atau menuntun mata untuk memperhatikan apa yang ada didalam sebuah “frame” dengan mengesampingkan apa yang ada di luar “frame”.
Frame disini bukanlah sebuah frame foto dalam bentuk fisik, tapi kamu mencari objek yang bisa dijadikan “frame” baik berbentuk garis nyata ataupun maya.
Carilah elemen seperti jendela, pintu, koridor, spion, pilar gedung, lengkungan atau objek apapun yang umumnya berbentuk geometris tertutup untuk membingkai POI kamu.
Frame juga tidak mesti mengelilingi keseluruhan POI.
Elemen Frame in Frame. (foto : Steve McCurry)
Seorang kakek tua yang sedang membaca Al Quran diframing dengan jendela.
Elemen Frame in Frame. (foto : Steve McCurry)
Seorang wanita di Afganistan yang menjadi POI diframing secara tidak tegas oleh dua buah pintu yang mengapitnya.
Elemen Frame in Frame. (Foto : Barry O Carroll)
Sebuah rumah ditepi danau yang menjadi POI diframing oleh pohon dan rerumputan dipinggir danau.
#7. Komposisi Foto Leading Lines
Salah satu komposisi foto yang sangat menarik menurut saya adalah Leading Lines. Line atau garis disini bisa berbentuk maya atau nyata yang menuntun kita ke objek yang menjadi POI..
.. atau
garis itu sendiri yang menjadi POI dalam foto kamu.
Cari objek seperti jalan, dinding, jembatan atau apapun yang bisa membentuk sebuah garis maya dan mengarahkan mata ke objek sebenarnya (POI).
Elemen Leading Line. (foto : Steve McCurry)
Dua orang wanita dan pria di Afganistan yang sedang berjalan menuju Masjid menjadi garis abstrak yang menuntun mata ke objek utama yaitu Masjid.
Sandaran kursi menjadi garis penuntun ke POI seorang pria yang sedang duduk.
Elemen Leading Lines. (Foto : Barry O Carroll)
Bahkan pattern pada lantai keramik bisa membentuk garis yang menuntun mata menuju POI Menara Eiffel.
Elemen Leading Lines. (foto : emoticone.info)
Tali yang membentuk garis menjadi POI-nya sendiri yang mengarahkan mata ke pusat simpul tali.
Elemen Leading Lines. (Foto : Barry O Carroll)
Garis penuntun juga tidak mesti berbentuk garis lurus, garis berbentuk lengkungan juga bisa menjadi garis penuntun menuju POI sehingga foto kamu terlihat lebih kreatif.
#8. Komposisi Foto Negative Space
Komposisi Negative Space merupakan salah satu komposisi kreatif yang membiarkan banyak ruang kosong atau negative space pada foto.
Ruang kosong disini bisa berupa langit, hamparan padang pasir yang luas, padang rumput atau apapun yang bisa memberikan “ruang kosong” pada foto.
Dengan memberikan ruang kosong yang tepat, foto kamu bisa terlihat sangat menarik dan kreatif.
Elemen Negative Space. (foto : Steve McCurry)
Dinding pada kanan kiri foto memberikan ruang kosong pada foto sehingga foto terlihat lebih menarik.
Elemen Negative Space. (Foto : Barry O Carroll)
Langit yang berwarna biru di sekitar patung memberikan efek ruang kosong pada foto sehingga foto terlihat lebih menawan.
#9. Keseimbangan Elemen Foto
Komposisi dengan menyeimbangkan elemen pada foto merupakan teknik yang sangat menarik dan membutuhkan kreatifitas lebih.
Lebih jelasnya, lihat foto berikut ini..
Balancing Elemen in the Scene. (Foto : Barry O Carroll)
Sekilas foto lampu jalan pada sisi kiri foto sudah memenuhi kriteria Rule of Thirds, tapi foto terasa kosong apabila tidak ada menara Eiffel pada sisi kanan foto.
Karena itulah, Barry O Carroll mengambil angle sedemikian rupa agar menara Eiffel masuk dalam foto sehingga bisa menjadi POI sekunder yang akan menyeimbangkan foto agar terlihat lebih kreatif dan menarik.
Pasti kamu berpikir, komposisi ini justru malah bertentangan dengan komposisi Negative Space yang membiarkan ruang kosong pada foto.
Itulah seni, tidak ada yang benar-benar mutlak, tidak ada rules atau aturan uang baku,
.. semua butuh kreatifitas masing-masing photographer.
Jika ada tutorial yang bertentangan antara satu dengan lainnya itu bukan masalah.
Pada kondisi tertentu, komposisi A cocok untuk foto A, tapi tidak cocok untuk foto B, begitu juga sebaliknya.
jadi..
.. mainkan imajinasimu..
Balancing Elemen in the Scene. (Foto : Barry O Carroll)
#10. Komposisi Foto Golden Spiral atau Golden Ratio
Jika kamu membuat sebuah persegi panjang dengan proporsi 1 : 1.618, kemudian mengirisnya menjadi persegi empat yang lebih kecil, maka didapat sebuah bentuk spiral atau biasa disebut Golden Spiral.
Bentuk spiral ini didapat dari perhitungan Fibonacci Number, sehingga bentuk spiral ini juga dikenal dengan nama ‘Fibonacci Spiral’.
Bayangkan sebuah rumah siput, seperti itulah komposisi Golden Spiral. Jarak ke pusat makin lama makin mengecil, namun bisa bergaris tidak nyata.
Implementasinya bisa bermacam-macam, seperti tangga menurun, bunga dengan kelopak berputar, bahkan yang benar-benar maya seperti potret manusia jika dibandingkan dengan komposisi di sekelilingnya.
Lebih jelasnya, lihat foto berikut ini..
Golden Spiral. (Foto : Barry O Carroll)
5 Angle Dalam Fotografi
1. Eye view
Eye view atau sudut pengambilan sejajar dengan mata objek. Kamera dan lensa sejajar dengan objek yang akan di potret, biasnya angel ini digunakan untuk foto potret terhadap manusia. Terkadang, dalam travel fotografi pengambilan foto untuk mengabadikan aktivitas manusia, tekstur sebuah kota, atau interaksi dengan lingkungan sekitar kebanyakan menggunakan angle ini.
2. Low Angle
Low angel atau sudut pengambilan lebih rendah dari objek. Angel ini memberi kesan kemewahan, kekuatan, atau kebesaran. Fotografer menggunakan sudut pengambilan foto ini untuk memotret bangunan agar memberikan kesan yang megah dari bangunan tersebut. Dalam foto komersil sebuah iklan otomotif, sudut ini tak jarang pula digunakan untuk memberikan kesan ketangguhan dari produk mereka. Juga pada sebagaian fotografer memanfaatkan low angle untuk memotret manusia.
3. High Angle
High angle atau sudut pengambilan dari atas objek. Dengan high angle kita bisa memasukkan elemen pendukung objek yang akan kita abadikan kedalam frame. Kesan dari penggunaan sudut pengambilan foto ini akan memberikan kesan kecil atas objek foto. Pemanfaatan pengambilan foto dengan high angle juga bisa menghasilkan foto yang berbeda. Misalnya saat mengambil foto keramaian pasar, jalanan, atau lalu lintas di sebuah sungai.
4. Bird Eye
Menggunakan sudut pengambilan ini, sebagai fotografer kita bisa memberikan kesan yang luas dalam foto yang kita hasilkan, ibarat penglihatan seekor burung. Memotret dengan sudut pengambilan ini digunakan untuk membuat foto tentang suatu daerah, perkotaan, atapun menggambarkan lanskap.
5. Frog Eye
Memotret dengan angle frog eye, posisi kamera bisa saja sejajar dengan tanah. Hal ini biasanya digunakan untuk memotret objek yang posisinya berada di atas tanah. Sebagian fotografer bersusah payah mengambil foto dengan sudut pengambilan ini, tak jarang pula mereka tiarap untuk menghasilkan foto yang bagus.
5 Kamera DSLR Nikon Terbaik Tahun 2019
1.Nikon D5300, DSLR terjangkau dengan layar fleksibel
Nikon D5300 (Foto: Nikon)
Kamera ini memiliki layar berukuran 3,2 inci yang dapat diputar ke berbagai arah. Desain layar ini memudahkan penggunanya mengambil gambar atau video dari sudut yang sulit dijangkau dengan menggunakan kamera DSLR biasa.
Jadi, kamu tidak perlu membungkukkan badan saat memotret subyek pada posisi rendah, atau saat hendak melakukan selfie. Kamu tinggal memutar layar kamera ini. Praktis dan fleksibel!
Nikon D5300 memiliki sensor CMOS DX-Format dengan resolusi 24 megapiksel dan prosesor Image EXPEED 4. Sensor ini mampu memotret gambar dan merekam video yang tajam pada siang atau malam.
Sementara itu, prosesor Image EXPEED 4 dapat mengoperasikan fitur AutoFocus di sepanjang 39 titik AF dan mengambil gambar secara beruntun hingga 5 frame per detik. Untuk urusan merekam video, Nikon D5300 dibekali fitur D-Movie yang mampu menghasilkan video full HD 1080p.
Kamera DSLR ini didukung fitur Full Time Servo AF dan AF Tracking yang berfungsi untuk melacak fokus subyek gambar bergerak. Dengan demikian, video yang dihasilkan tetap fokus dan tajam.
Dari sisi harga, Nikon D5300 cocok bagi kamu yang memiliki anggaran terbatas. Kamera ini dibanderol dengan harga Rp6,5 jutaan lengkap dengan lensa kit 18-55mm.
2. Nikon D3500, DSLR teringan
Nikon D3500 (Foto: Nikon)
Nikon D3500 merupakan kamera DSLR kelas pemula yang hadir dengan sensor CMOS beresolusi 24 megapiksel tanpa low-pass filter dengan rentang ISO 100-25600 sehingga gambar terlihat lebih tajam. Didukung oleh prosesor EXPEED 4, kamera ini dapat menangkap gambar dengan lebih cepat.
Kamera dengan harga Rp6,5 jutaan dan berat 365 gram ini dapat memotret secara beruntun hingga 5 frame per detik. Selama memotret beruntun ini, fitur autofokusnya masih bisa digunakan sehingga fokus gambar terjaga meskipun minim cahaya.
Foto-foto yang dihasilkan menggunakan Nikon D3500 dapat dengan mudah kamu bagikan karena kamera ini difasilitasi aplikasi SnapBridge. Aplikasi ini dapat kamu unduh di Google Play Store atau Apple Store.
Selain dapat diandalkan untuk memotret, Nikon D3500 juga andal dalam merekam video berdefinisi tinggi, video slow-motion, dan video time-lapse. Lensa VR terbaru yang tersedia di kamera DSLR ini memastikan autofokus bekerja lebih mulus sehingga suara lensa tidak ikut terekam.
3. Nikon D5600, DSLR Nikon dengan layar sentuh vari-angle
Nikon D5600 (Foto: Nikon)
Tahukah kamu kamera DSLR Nikon pertama yang menggunakan layar sentuh LCD vari-angle? Ya, kamera tersebut adalah Nikon D5500. Dirilis pada 2015, kamera tersebut sudah mendapatkan model pembaruan yang dinamai Nikon D5600.
Layar LCD 3,2 inci kamera ini dapat diarahkan ke atas, bawah, samping, atau depan. Ini memudahkan kamu mengambil foto dan video dari berbagai sudut yang sulit dijangkau bila menggunakan kamera biasa.
Untuk menghasilkan foto berkualitas tinggi, Nikon D5600 dibekali dengan sensor CMOS beresolusi 24 megapiksel dengan prosesor pengolah gambar EXPEED 4. Kamera dengan berat 465 gram ini dapat mengambil gambar secara beruntun dengan kecepatan 5 frame per detik. Sementara itu, rentang ISO-nya hingga 25600.
Kemampuan autofokusnya adalah 39 titik sehingga dapat lebih cepat dan mudah melacak objek gambar. Foto yang kamu hasilkan dengan Nikon D5600 dapat dikirim ke ponsel pintar atau dibagikan ke akun media sosial melalui jaringan Wi-Fi. Menariknya, jika ponsel telah terinstal aplikasi Wireless Mobile Utility, kamu bisa menggunakannya sebagai remote control kamera ini.
Nikon D5600 dapat digunakan untuk merekam video berkualitas tinggi (1920 x 1080p) dengan kualitas stereo dan tersimpan dengan format MPEG-4.
Mau yang lebih profesional? Simak dua poin di bawah.
4. Nikon D750, kamera profesional dengan desain ringan dan ramping
Nikon D750 (Foto: Nikon)
DSLR itu cukup berat dan merepotkan jika dibawa ke mana-mana. Kendala tersebut mungkin tidak akan terjadi bila kamu memilih Nikon D750. Mengapa? Kamera ini memiliki desain yang ringan dan ramping.
Bagian depan kamera yang dibanderol Rp27 jutaan ini terbuat dari serat karbon thermoplasticyang diperkuat. Sementara itu, bagian belakangnya terbuat dari aluminium alloy. Keseimbangan dan kekuatan material tersebut membuat Nikon D750 nyaman dan mudah digunakan.
Nikon D750 memiliki sensor CMOS FX-Format beresolusi 24.3 megapiksel dengan prosesor pengolah gambar EXPEED 4. Tak heran, kamera DSLR ini dapat menangkap gambar dengan kecepatan tinggi, memiliki noise rendah, dan mendukung penggunaan ISO sampai 12800.
Perihal layar, Nikon D750 hadir dengan layar LCD 3,2 inci yang dapat diubah-ubah ke beragam arah. Fleksibilitas layar ini memungkinkan untuk mengambil gambar dari sudut mana pun yang kamu mau.
Kamera ini juga didukung dengan baterai yang tahan digunakan hingga 1.230 kali foto atau hingga 55 menit saat merekam video. Pun merekam video dengan kualitas full HD dan noiserendah bila digunakan pada pengaturan ISO tinggi. Untuk memperhalus transisi gambar video, kamu dapat memanfaatkan fitur power aperture dan auto ISO yang tersedia di kamera DSLR ini.
Kamera ini dilengkapi dengan spesifikasi dan teknologi terbaru untuk memenuhi kebutuhan fotografi level profesional. Kamera DSLR Nikon ini hadir dengan sensor CMOS FX beresolusi 45 megapiksel dan prosesor EXPEED 5. Untuk meminimalisasi noise, Nikon D850 didukung ISO 64-25600 dan bisa diekspansi dari ISO 32-102400.
Nikon D850 ini adalah upgrade dari kamera pro-level Nikon sebelumnya yaitu Nikon D800 dan D800E. Harga kamera ini jauh lebih tinggi dibandingkan D800E, yaitu pada kisaran harga Rp 51 juta, untuk bodi saja. Selain itu, terdapat pula beberapa pilihan paket harga dengan variasi lensa yang sesuai dengan kebutuhan.
Kamera ini tidak mempunyai filter Anti-Aliasing atau low pass sehingga mampu menghasilkan foto lebih tajam dan menawarkan resolusi yang jauh lebih tinggi dibandingkan pendahulunya
INILAH REVIEW LENGKAP 10 KAMERA CANON TERBAIK 2019
10 Hal Yang Harus Anda Perhatikan Saat Memilih Kamera Canon
Ada beberapa poin penting yang harus anda perhatikan saat memilih kamera Canon. Setidaknya ada 10 poin penting yang harus anda pertimbangkan. Apa saja itu?
Cek ukuran sensornya
Bandingkan keseimbangan ISO dengan ukuran sensor
Perhatikan tingkat pixelnya
Apakah pilihan lensanya lengkap?
Perhatikan resolusinya
Cek viewfinder (jendela bidik) dan fungsi monitor
Seberapa bagus fitur Auto Focusnya
Bagaimana kualitas videonya, apakah sudah 4K?
Kemudahan dalam menggunakan (Ease of Use)
Apa fitur tambahan lainnya? (Seperti koneksi Wifi, Bluetooth, penstabil getaran dan sebagainya)
Nah, jika anda sedang mencari kamera Canon apa yang terbaik di pasaran saat ini, dan bingung menentukan pilihan yang tepat, berikut 10 Rekomendasi Kamera Canon Terbaik yang ada di pasaran di tahun 2018 ini. Oke, anda sudah siap? Yuk, kita intip satu per satu
Canon EOS 5DS R
Sensor: Full-frame CMOS | Resolusi: 50.6 MP | Autofocus: 61-titik AF, 41 cross-type | JenisLayar: 3.2-inch tilt-angle touch screen, 1,620,000 dots | Maksimum bidikan berturut – turut: 7 fps | Kualitas Video Maksimum: Full HD 1080p | Level Pengguna: Master atau Professional
Kelebihan: Resolusi sangat tinggi 50.6 MP
Tampilan tombol – tombol yang intutitif
Interface yang user friendly yang sangat mudah bagi pemula
Kamera DSLR paling ringan di dunia dengan vari-angle touch screen
Kelemahan: Kualitas video masih Full HD belum 4K
Foto yang dihasilkan kadang tidak terlalu tajam
Sangat mahal dibandingkan dengan kamera DSLR lainnya
Anda seorang fotografer professional dan mendambakan kamera DSLR Canon terbaik dengan resolusi tinggi serta Auto Fokus terbaik? Layak mempertimbangkan memiliki kamera Canon yang satu ini.
Canon EOS 5DS R bisa menjadi salah satu pilihan yang pas buat anda. Kamera DSLR ini menawarkan kualitas foto sangat sempurna. Ini karena sensor full frame CMOS beresolusi sangat tinggi 50.6 MP dengan sistem Auto Focus yang sangat cepat meng-cover 61-titik AF, 41 cross-type.
Satu hal yang sangat disayangkan adalah kamera Canon ini belum mendukung video kualitas 4K. Maksimum video yang dihasilkan masih Full HD 1080p. Anda yang menginginkan kamera dengan kualitas video 4K mungkin harus bersabar. Selain itu, harga yang sangat menguras kantong juga menjadi poin yang harus anda pertimbangkan.
Canon EOS 5D Mark IV
Sensor: Full-frame CMOS | Resolusi: 30.4MP | Autofocus: 61-titik AF, 41 cross-type | JenisLayar: 3.2-inch tilt-angle touch screen, 1,620,000 dots | Maksimum bidikan berturut – turut: 7 fps | Kualitas Video Maksimum: 4K | Level Pengguna: Master atau Professional
Kelebihan: Touchscreen yang responsif
Sistem auto focus cepat dan canggih
Performa sensor yang sempurna
Adanya pilihan konektivitas
Kelemahan: Opsi untuk pengaturan video 4K masih terbatas
Level ISO belum mengalami banyak peningkatan
Sangat mahal dibandingkan dengan kamera DSLR lainnya
Jika anda seorang fotografer professional yang ingin menghasilkan kualitas foto terbaik, Canon EOS 5D Mark IV bisa menjadi salah satu pilihan yang pas buat anda. Kamera DSLR ini menawarkan kualitas foto yang makin sempurna. Ini karena sensor full frame CMOS beresolusi 30.4 MP dengan tingkat sensivitas hingga ISO 32000.
Dengan kemampuan tersebut, anda dapat menggunakan Canon EOS 5D Mark IV untuk beragam kebutuhan. Seperti foto studio, memotret pemandangan di siang atau malam hari, dokumentasi acara-acara penting sampai kebutuhan periklanan.
Canon EOS 5D Mark IV dilengkapi dengan teknologi Dual Pixel CMOS AF. Teknologi ini sangat berguna untuk mengambil objek bergerak dengan cepat dan lebih akurat baik dalam posisi landscapemaupun potrait.
Kamera ini juga dibekali dengan prosesor Image DIGIC 6+. Prosesor ini memungkinkan semua fitur kamera dapat dijalankan dengan lebih cepat. Sehingga dapat membidik foto secara beruntun 7 frame per detik baik di dalam maupun di luar ruangan.
Canon EOS 5D Mark IV juga dilengkapi dengan teknologi Intelligent Scene Analysis (iSA) sehingga kualitas foto yang dihasilkan tetap konsisten ketika pengambilan gambar dilakukan secara beruntun.
Menariknya lagi, kamera DSLR ini juga memiliki fitur anti flicker untuk mendeteksi intensitas cahaya. Canon EOS 5D Mark IV ini juga dilengkapi dengan teknologi intelligent Tracking and Recognition System (iTR AF) untuk melacak pergerakan objek.
Bukan hanya untuk foto, Canon EOS 5D Mark IV juga dapat diandalkan untuk merekam video resolusi tinggi hingga 4K. Hasil foto dan video ini dapat anda pindahkan dengan mudah ke ponsel atau laptop anda secara manual atau melalui Wifi.
Dengan banderol harga sekitar Rp. 60 jutaan kamera DSLR ini memang diperuntukan bagi anda fotografer profesional yang memiliki dana tak terbatas dan ingin mendapatkan kualitas foto dan video terbaik.
Canon EOS 6D Mark II
Sensor: Full-frame CMOS | Resolusi: 26.2 MP | Autofocus: Dual Pixel AF 45 – titik AF | JenisLayar: 3.2-inch tilt-angle touch screen | Processor: DIGIC 7 Image Processor | Kualitas Video Maksimum: Full HD 1080p hingga 4K | Maksimum bidikan berturut – turut: 6.5 fps | Level Pengguna: Menengah | Fitur Tambahan: Wifi, NFC, Bluetooth, GPS
Kelebihan: Resolusi cukup tinggi 26.2 MP
Sudah support video 4K
Beragam pilihan konektivitas
Prosesor DIGIC 7 yang lebih cepat 14x dari DIGIC 6
Kelemahan: AF belum maksimal
Kualitas video 4K belum maksimal
Sulit untuk mengatur kompensasi eksposur dengan Auto ISO khususnya dalam mode manual
Hadir dengan sensor full-frame CMOS beresolusi cukup tinggi 26.2 MP, Canon EOS 6D Mark II mampu menghasilkan kualitas gambar yang sangat jernih. Dengan prosesor DIGIC 7 image processor, gambar yang dihasilkan diklaim lebih baik 14 kali dibanding prosesor pendahulunya.
Dengan sistem autofocus: Dual Pixel AF 45 – titik AF plus kemampuan membidik objek
Dengan bidikan maksimum berturut – turut: 6.5 frame per detik, gambar yang dihasilkan dijamin sangat jernih.
Untuk urusan video, kamera Canon ini telah mampu merekam video dengan kualitas hingga Full HD 1080p. anda juga dapat merekam video kualitas 4K namun dengan kualitas yang kurang maksimal.
Untuk urusan konektivitas, Canon EOS 6D Mark II terbilang lengkap, karena kamera ini telah dibekali dengan beragam konektivitas seperti WIfi, NFC, Bluetooth, dan ketersambungan GPS.
Canon EOS 6D Mark II merupakan kamera yang tepat buat mereka pencinta fotografi dan fotografer kelas menengah yang ingin memiliki kamera Canon dengan budget yang tidak terlalu mahal dan menguras kantong.
Canon EOS 7D Mark II
Sensor: APS-C CMOS | Resolusi: 20.2MP | Autofocus: 65-titik AF, 65 cross-type | JenisLayar: 3.0-inch tilt-angle touch screen, 1,040,000 dots | Maksimum bidikan berturut – turut: 10 fps | Kualitas Video Maksimum: Full HD 1080p | Level Pengguna: Master atau Profesional
Kelebihan: Desain body yang elegan dan ergonomis
Banyak pilihan pengaturan yang bisa dikustomisasi
Kemampuan membidik secara beruntun hingga 10 fps
Memiliki ketahanan yang kuat terhadap cuaca (weather sealed)
Kekurangan: Tidak ada control pada touch screen
Layar fixed screen tidak cukup sensitif
Tidak ada ketersambungan Wifi yang built-in
Viewfinder tidak cukup akurat menampilkan gambar yang akan dibidik
Canon EOS 7D Mark II merupakan kamera idaman dan andalan bagi anda fotografer professional ataupun anda yang penggemar fotografi yang subjek fotonya bergerak cepat seperti satwa liar, acara olahraga, liputan berita dan sebagainya.
Kamera Canon EOS 7D Mark II ini merupakan penyempurnaan dari seri sebelumnya yaitu Canon EOS 7D. Kamera ini menjadi salah satu kamera yang berada di posisi teratas jajaran kamera DSLR APS-C Canon yang ditujukan untuk fotografer pencinta “aksi cepat” semacam olahraga, kompetisi balap, satwa liar juga videographer yang gemar memakai DSLR untuk menghasilkan karya.
Seperti pendahulunya, kamera DSLR ini memiliki ketahanan yang kuat terhadap cuaca (weather sealed). Intinya kamera ini adalah kamera yang sangat cepat, kokoh, dan tangguh.
Kamera ini bukan untuk casual shooter yang mendambakan kamera berukuran kecil dan ringan, tapi untuk fotografer pro atau amatir yang sangat serius dalam urusan sport dan action photography.
Untuk urusan kamera, sensor Canon EOS 7D Mark II ini memiliki resolusi 20.2 MP dan turut dibekali dengan teknologi Dual Pixel AF yang pertama diperkenalkan lewat pendahulunya EOS 7D. Sensor dengan rentang ISO hingga 51.200 ini dipasangkan dengan dua buah prosesor image DIGIC 6.
Kamera DSLR ini mampu merekam video kualitas Full HD (1920 x 1080) 60 fps dalam format mp4 atau mov. Anda bisa mengirim video uncompressed anda melalui port HDMI ke perekam eksternal. Jack microphone turut disediakan untuk merekam atau memantau suara.
Akan tetapi, satu hal yang cukup disayangkan adalah, absennya fitur Wifi dan koneksi sejenis dari kamera ini. Anda yang menginginkan fungsi ini mesti membeli transmitter WFT-E7A versi 2 yang dijual terpisah. Bagaimana, tertarik?
Canon EOS 80D
Sensor: APS-C CMOS | Resolusi: 24.2MP | Autofocus: 45-titik AF, 15 cross-type | JenisLayar: 3.0-inch tilt-angle touch screen, 1.040,000 dots | Maksimum bidikan berturut – turut: 7fps | Kualitas Video Maksimum: Full HD 1080p | Level Pengguna: Menengah
Kelebihan: Sistem auto focus cepat dan canggih
Sensor kamera 24.2 MP yang tajam dan detail
Kemampuan membidik objek secara beruntun hingga 7 fps
Kekurangan: Masih menggunakan format APS-C belum full frame
Pengaturan sistem auto focus yang ribet dan kompleks
Pengaturan Quick Menu tidak dapat di-customized
Canon EOS 80D merupakan sebuah kamera yang powerful, multi-fungsi dan responsif untuk mengeksplor kreativitas anda di segala tempat dan kondisi.
Berbekal sensor APS-C CMOS dengan resolusi 24.2 MP yang tajam ditambah dengan sistem auto focus yang cepat, akurat dan responsif, sangat membantu dalam mengabadikan setiap momen berharga dalam hidup anda.
Ketika berada di luar ruangan khususnya ketika berolahraga dan pada kegiatan-kegiatan yang melibatkan mobilisasi tinggi, Canon EOS 80D merupakan teman yang pas untuk menemani anda.
Hal ini tidak lain karena kemampuannya untuk membidik objek secara beruntun hingga 7 frame per detik yang dapat anda pantau dalam layar touchscreen 3.0 yang jernih.
Anda juga dapat langsung berbagi gambar atau foto serta video yang ada secara lebih cepat melalui sambungan Wifi.
Anda yang ingin mendapatkan kamera DSLR kualitas menengah tapi dengan spesifikasi yang cukup baik layak membeli kamera DSLR ini.
Canon EOS 800D / Canon EOS Rebel T7i
Sensor: APS-C CMOS | Resolusi: 24.2MP | Autofocus: 45-titik AF, 45 cross-type | JenisLayar: 3.0-inch vari-angle touch screen, 1,040,000 dots | Maksimum bidikan berturut – turut: 6fps | Kualitas Video Maksimum: Full HD 1080p | Level Pengguna: Pemula – Entry Level atau Pencinta Fotografi
Kelebihan: Performa Live View AF brilian
Kontrol touch screen sangat baik
Tampilan interface yang user friendly
Pilihan konektivitas beragam; Wifi, NFC dan Bluetooth
Kelemahan: Desain body dominan plastik
Tidak support video kualitas 4K
Viewfinder hanya meng-cover 95% area bidikan
Canon EOS Rebel T7i yang umum dikenal sebagai Canon EOS 800D di Amerika merupakan salah satu lini produk entry-level besutan Canon yang didedikasikan bagi mereka yang awam atau masih pemula dalam dunia fotografi dengan tampilan interface yang user friendly dan handling yang mudah digunakan.
Canon EOS Rebel T7i / Canon EOS 800D hadir dengan sejumlah perbaikan dibanding pendahulunya Canon D3400 dan D5600.
Canon EOS Rebel T7i / Canon EOS 800D dibekali dengan prosesor Image DIGIC 7. Prosesor ini diklaim memiliki kemampuan dan kecepatan memproses 14 kali lipat dibanding prosesor Image DIGIC 6 sehingga memungkinkan semua fitur kamera dapat dijalankan dengan lebih cepat.
Sehingga dapat membidik foto secara beruntun hingga 6 frame per detik baik di dalam maupun di luar ruangan.
Dibekali dengan sensor kamera APS-C CMOS resolusi 24.2MP yang mampu menghasilkan kualitas foto tajam dan jernih plus sistem auto focus yang lebih cepat dan responsif dari kamera sebelumnya yaitu 45-titik AF dengan tingkat ISO 100/25.600.
Satu hal yang cukup disayangkan bahwa viewfinder alias jendela bidiknya hanya meng-cover 95% area bidikan belum 100%. Untuk urusan video, Canon EOS Rebel T7i / Canon EOS 800D hanya mampu merekam video kualitas Full HD 1080p belum UHD 4K.
Tersedia pula pilihan konektivitas seperti Wifi, NFC dan Bluetooth bagi anda yang suka berbagi dengan keluarga, teman atau kerabat momen-momen indah dan seru dalam hidup anda.
Nah, bagi anda yang baru pertama menggunakan kamera DSLR dan ingin memiliki kamera yang mempunyai kualitas dan spesifikasi sangat baik. Canon EOS Rebel T7i / Canon EOS 800D layak anda pertimbangkan untuk anda miliki.
Canon EOS 200D
Sensor: APS-C CMOS | Resolusi: 24.2 MP | Autofocus: 9-titik AF | JenisLayar: 3.0-inch vari-angle touch screen, 920,000 dots | Maksimum bidikan berturut – turut: 5 fps | Kualitas Video Maksimum: Full HD 1080p | Level Pengguna: Pemula – Entry Level atau Pencinta Fotografi | Fitur Tambahan: Konektivitas Wifi dan NFC
Kelebihan: Dual Pixel AF cepat dan responsif
Tampilan tombol – tombol yang intutitif
Interface yang user friendly yang sangat mudah bagi pemula
Kamera DSLR paling ringan di dunia dengan vari-angle touch screen
Kelemahan: Auto Focus masih 9 titik
Belum support video kualitas 4K
Kamera Canon yang satu ini hadir dengan sensor CMOS berkekuatan resolusi 24.2 MP dengan Dual Pixel Auto Focus yang cepat dan responsive, mampu membidik objek dengan 9 titik AF yang bisa ditampilkan di layar 3 inchi yang cukup luas.
Dengan keampuan memotret secara berturut-turut 5 frame per detik ditambah dengan kemampuan untuk merekam video resolusi tinggi full HD 1080p, anda yang ingin merasakan memiliki kamera DSLR untuk belajar fotorgrafi layak memiliki kamera Canon yang satu ini.
Bagi anda yang memiliki budget yang pas-pas namun berkeinginan memiliki kamera Canon yang cukup bagus untuk memotret dengan fitur-fitur yang cukup baik untuk kelas pemula, maka Canon EOS 200D adalah pilihan yang pas untuk anda.
Canon EOS Rebel T6s
Sensor: APS-C CMOS | Resolusi: 24.2 MP | Autofocus: 19-titik AF | JenisLayar: 3.0-inch wide view angle touch screen, 920,000 dots | Maksimum bidikan berturut – turut: 5 fps | Kualitas Video Maksimum: Full HD 1080p @30p| Level Pengguna: Pemula – Entry Level atau Pencinta Fotografi | Fitur Tambahan: Konektivitas Wifi dan NFC
Kelebihan: Resolusi Cukup Tinggi 24.2 MP
Tampilan tombol – tombol yang intutitif
Interface yang sangat user friendly
Auto focus cepat dan responsif
Kelemahan: Foto yang dihasilkan tidak terlalu wow
Kualitas video masih Full HD belum 4K
Canon EOS Rebel T6s hadir dengan sensor APS-C CMOS beresolusi 24.2 MP dengna kekuatan auto focus yang mumpuni di 19 titik menjadikan kamera ini layak anda pertimbangkan. Kamera ini juga telah mampu mengambil gambar secara beruntun sebanyak frame per detik.
Untuk urusan video, kamera Canon yang satu ini belum support 4K namun anda yang bisa menikmati hasil rekaman video yang cukup bagus beresolusi Full HD 1080p. kamera ini hadir dengan tambahan konektivitas Wifi dan NFC.
Hadir untuk kelas entry-level dan diperuntukan bagi mereka yang pemula dalam bidang fotografi, Canon EOS Rebel T6s bisa menjadi salah satu alternatif pilihan yang pas buat anda.
Canon EOS 1D X
Sensor: Full-frame CMOS | Resolusi: 18 MP | Autofocus: 61-titik AF, 21 cross type | JenisLayar: 3.0-inch wide view angle touch screen, 920,000 dots | Maksimum bidikan berturut – turut: 12 fps | Kualitas Video Maksimum: Full HD 1080p @30p | Level Pengguna: Pemula – Entry Level atau Pencinta Fotografi | Fitur Tambahan: Konektivitas Wifi dan NFC
Kelebihan: Tampilan tombol – tombol yang intutitif
Prosesor image DIGIC 5+ yang cukup cepat
Interface yang user friendly yang sangat mudah bagi pemula
Kelemahan: Resolusi rendah hanya 18 MP
Kualitas video masih Full HD belum 4K
Canon EOS 1D X merupakan kamera DSLR entry-level yang bisa menjadi pilihan bagi anda yang memiliki budget rendah namun menginginkan kamera serius untuk belajar dan mengembangkan kemampuan dan skill fotografinya.
Hadir dengan sensor full-frame CMOS 18 MP dengan sistem Auto Fokus yang cepat dan responsif dengan 61 titik AF, Canon EOS 1D X mampu membidik objek gambar secara beruntun sebanyak 12 frame per detik. Dengan prosesor DIGIC 5+ gambar yang dihasilkan terlihat cukup jernih dan tajam.
Untuk urusan video, anda bisa merekam video hingga kualitas full HD 1080p @30p dengan pilihan konektivitas Wifi dan NFC. Anda yang memiliki dana dan budget tidak terlalu besar tapi ingin memiliki kamera Canon yang lebih serius di kelas entry-level layak mempertimbangkan untuk memiliki kamera Canon yang satu ini. Bagaimana, anda tertarik?
Canon EOS Rebel T6
Sensor: APS-C CMOS | Resolusi: 18 MP | Autofocus: 9-titik AF | JenisLayar: 3.0-inch wide view angle touch screen, 920,000 dots | Maksimum bidikan berturut – turut: 3 fps | Kualitas Video Maksimum: Full HD 1080p @30p | Level Pengguna: Pemula – Entry Level atau Pencinta Fotografi | Fitur Tambahan: Konektivitas Wifi dan NFC
Kelebihan: Tampilan tombol – tombol yang intutitif
Adanya ketersambungan Wifi dan NFC
Interface yang sangat user friendly
Kapasitas baterai bagus dan tahan lama
Kelemahan: Resolusi rendah hanya 18 MP
Kualitas video masih Full HD belum 4K
Canon EOS Rebel T6 didedikasikan dan ditujukan untuk mereka yang pemula dalam bidang fotografi dan yang ingin meng-upgrade kameranya dari sekedar kamera ponsel atau smartphone ke level yang lebih tinggi. Ke kamera yang lebih serius lagi.
Dipersenjatai dengan sensor APS-C CMOS berkekuatan 18 MP plus sistem Auto Focus di 9 titik ditambah dengan kemampuan memotret secara berturut-turut hingga 3 frame per detik. Kamera ini layak anda pertimbangkan untuk anda miliki.
Untuk urusan video, Canon EOS Rebel T6 ini telah dilengkapi dengan kemampuan untuk merekam video kualitas Full HD 1080p pada kecepatan 30p plus daya tahan baterai yang cukup bagus, karena kamera ini bisa mengambil 500 shots per charge. Atau 500 gambar satu kali cas.
Sebuah kamera DSLR entry-level yang sangat bagus dan recommended untuk anda yang pemula dalam bidang fotografi yang menginginkan kamera DSLR dengan fitur dan spesifikasi yang cukup bagus dan memadai dengan harga yang lebih bersahabat.
Demikian 10 rekomendasi kamera Canon terbaik yang ada di pasaran saat ini di tahun 2018. Mana diantara kamera Canon diatas yang ingin anda miliki? Mana yang sesuai dengan budget dan kebutuhan anda? Silahkan